Pesan undangan pernikahan lewat WhatsApp sebaiknya menyebut penerima, nama pasangan, tanggal, jam, lokasi, dan tautan undangan. Pilih sapaan sesuai hubungan Anda, lalu tutup dengan permintaan konfirmasi yang memberi ruang bagi tamu untuk hadir atau berhalangan.
Pilih pesan berdasarkan penerimanya
Pesan untuk atasan tidak harus sama dengan pesan untuk sahabat. Yang perlu konsisten adalah informasi acaranya. Menyebut nama penerima dan memperkenalkan diri membantu orang yang tidak menyimpan nomor Anda mengenali pengirim.
Enam contoh di bawah merupakan contoh redaksi UndanganQ. Ganti semua bagian dalam tanda kurung siku sebelum mengirim. Cantumkan jam acara yang memang diikuti penerima; jangan mengundang ke akad jika tamu hanya diundang ke resepsi.
| Penerima | Gaya yang bisa digunakan | Periksa sebelum dikirim |
|---|---|---|
| Atasan atau relasi | Formal dan jelas | Nama, jabatan/sapaan, identitas pengirim |
| Keluarga | Hangat dan menghormati | Apakah undangan untuk pribadi atau keluarga |
| Teman dekat | Santai dengan detail lengkap | Tanggal, jam, dan lokasi tetap tertulis |
| Grup | Sapaan kolektif yang sesuai | Semua anggota memang diundang |
6 contoh pesan yang bisa disalin
Gunakan tombol Salin pesan, tempel ke kolom chat, lalu baca ulang. Tautan harus menuju undangan yang sudah terbit, bukan editor atau pratinjau yang hanya dapat dibuka pemilik akun.
1. Formal untuk atasan atau relasi kerja
Selamat [pagi/siang/sore], Bapak/Ibu [Nama Tamu]. Saya [Nama Pengirim] dari [Unit/Perusahaan]. Dengan hormat, saya mengundang Bapak/Ibu ke resepsi pernikahan kami, [Nama Pasangan 1] dan [Nama Pasangan 2], pada: Tanggal: [Tanggal Lengkap] Waktu: [Jam dan Zona Waktu] Tempat: [Nama Tempat, Kota] Undangan lengkap: [Tautan Undangan] Jika berkenan, mohon konfirmasi kehadiran melalui undangan tersebut paling lambat [Tanggal RSVP]. Terima kasih atas perhatian dan doa Bapak/Ibu.
2. Hangat untuk keluarga
Halo [Sapaan dan Nama], semoga sehat selalu. Kami, [Nama Pasangan 1] dan [Nama Pasangan 2], ingin mengundang [Nama/Keluarga yang Diundang] untuk merayakan pernikahan kami. Resepsi: [Tanggal Lengkap], [Jam dan Zona Waktu] Lokasi: [Nama Tempat, Kota] Detail acara: [Tautan Undangan] Kami senang sekali jika bisa bertemu. Mohon kabari rencana kehadiran dan jumlah anggota keluarga yang hadir sesuai undangan melalui tautan tersebut. Jika ada kesulitan membuka undangan, boleh balas chat ini.
3. Santai untuk teman dekat
Hai [Nama]! Ada kabar bahagia: aku dan [Nama Pasangan] akan menikah. Aku ingin mengundang kamu ke resepsi kami pada [Tanggal Lengkap], pukul [Jam dan Zona Waktu], di [Nama Tempat, Kota]. Ini undangannya: [Tautan Undangan] Kalau sudah tahu jadwalmu, kabari lewat RSVP di sana ya. Kalau belum bisa datang juga tidak apa-apa, terima kasih untuk doa dan dukungannya!
4. Dengan salam Islami
Assalamu’alaikum, Bapak/Ibu [Nama Tamu]. Dengan rasa syukur, kami mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri [Akad/Resepsi] pernikahan [Nama Pasangan 1] dan [Nama Pasangan 2]. Tanggal: [Tanggal Lengkap] Waktu: [Jam dan Zona Waktu] Tempat: [Nama Tempat, Kota] Informasi acara dan konfirmasi kehadiran: [Tautan Undangan] Kehadiran serta doa Bapak/Ibu sangat berarti bagi kami. Terima kasih. Wassalamu’alaikum.
5. Untuk grup yang seluruh anggotanya diundang
Halo teman-teman [Nama Grup]. Dengan senang hati, saya mengundang teman-teman di grup ini ke resepsi pernikahan saya dan [Nama Pasangan]. [Tanggal Lengkap] · [Jam dan Zona Waktu] [Nama Tempat, Kota] [Tautan Undangan Publik] Mohon konfirmasi masing-masing melalui RSVP atau chat pribadi agar saya bisa mencatat kehadiran dengan rapi. Terima kasih, semoga kita bisa bertemu di hari bahagia kami.
6. Singkat tanpa kehilangan informasi utama
Halo [Nama Tamu], kami mengundang Anda ke resepsi pernikahan [Nama Pasangan 1] & [Nama Pasangan 2], [Tanggal Lengkap], [Jam dan Zona Waktu], di [Nama Tempat, Kota]. Detail dan RSVP: [Tautan Undangan] Terima kasih atas kehadiran atau doa baiknya. Salam, [Nama Pengirim].
Tautan personal untuk satu tamu sebaiknya dikirim langsung kepada penerimanya. Untuk grup, pakai tautan publik yang sesuai dan pastikan kebijakan konfirmasi kehadirannya memang mendukung penerima grup.
Personalisasi tanpa menulis ulang semuanya
Simpan satu naskah dasar per kelompok tamu. Sebelum menyalin, siapkan kolom nama, sapaan, jumlah orang yang diundang, serta tautan yang benar. Ini membantu menghindari pesan untuk satu orang yang tidak sengaja menyebut nama tamu sebelumnya.
- Ganti sapaan dan nama penerima, termasuk panggilan keluarga bila diperlukan.
- Cocokkan nama pasangan, tanggal, zona waktu, serta sesi acara dengan undangan.
- Tempel tautan publik atau tautan personal milik penerima yang tepat.
- Buka tautannya dari ponsel lain dan periksa tujuan peta.
- Kirim setelah membaca ulang seluruh pesan, termasuk bagian dalam tanda kurung siku.
Sesudah pesan dikirim
Catat tanggal pengiriman dan status jawaban tamu. Tanda pesan dibaca tidak sama dengan konfirmasi hadir. Jika membutuhkan jumlah tamu, mintalah jawaban yang jelas melalui RSVP atau percakapan pribadi.
Apabila tamu berhalangan, cukup ucapkan terima kasih atas kabarnya. Hindari mengirim pengingat berkali-kali atau meminta alasan pribadi. Untuk perubahan penting seperti lokasi dan jam, beri kabar langsung meskipun halaman undangan sudah diperbarui.
Tanya jawab
Apakah cukup mengirim tautan undangan tanpa pesan?
Sebaiknya sertakan sapaan, identitas pengirim, dan ringkasan acara. Penerima bisa memahami maksud pesan sebelum membuka tautan, terutama jika nomor Anda belum disimpan.
Bolehkah memakai satu pesan untuk semua tamu?
Boleh memakai naskah dasar yang sama, tetapi sesuaikan nama, sapaan, sesi acara, serta jumlah penerima. Jangan menyebarkan tautan personal seorang tamu ke grup.
Apakah pesan harus mencantumkan nomor rekening?
Tidak. Pesan pengantar dapat berfokus pada undangan dan konfirmasi hadir. Jika memilih menyediakan informasi hadiah, tempatkan secara opsional di bagian undangan yang sesuai.
Sudah menyiapkan pesannya? Pilih desain untuk menempatkan jadwal, lokasi, dan informasi acara dalam satu tautan.
Lihat tema pernikahan →